Ramadhan bukan sekadar momentum untuk menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, bulan suci ini adalah Syahrul Quran atau bulannya Al-Quran. Melaksanakan Sunnah Nabi Memperbanyak Al Quran di Bulan Ramadhan merupakan amalan inti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mengapa interaksi dengan kalamullah menjadi begitu krusial di bulan ini? Karena di sanalah letak kunci perubahan spiritual dan ketenangan batin yang sesungguhnya.
Mengapa Ramadhan Disebut Bulan Al-Quran?
Hubungan antara Ramadhan dan Al-Quran bersifat organik dan tidak terpisahkan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).”
Sejarah mencatat bahwa Malaikat Jibril AS mendatangi Nabi Muhammad SAW setiap malam di bulan Ramadhan untuk melakukan mudarosah (tadarus atau menyimak bacaan) Al-Quran. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi intensif dengan Al-Quran adalah tradisi langit yang diwariskan kepada penduduk bumi untuk meraih derajat takwa.
Keutamaan Menjalankan Sunnah Nabi Memperbanyak Al Quran di Bulan Ramadhan
Mengikuti jejak langkah Rasulullah dalam memperbanyak bacaan Al-Quran bukan sekadar mengejar target khatam, melainkan bentuk ketaatan yang memiliki keutamaan luar biasa:
1. Setiap Huruf Adalah Pahala Berlipat Ganda
Jika di bulan biasa satu huruf diganjar sepuluh kebaikan, maka di bulan Ramadhan, nilai pahala tersebut dilipatgandakan secara fantastis oleh Allah SWT. Mengingat Ramadhan adalah musim panen pahala, membasahi lidah dengan ayat-ayat suci adalah investasi akhirat yang paling menguntungkan.
2. Syafaat di Hari Kiamat
Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa dan Al-Quran akan memberikan syafaat bagi hamba-Nya di hari kiamat. Al-Quran akan berkata, “Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya tidur di malam hari (karena membacaku), maka berilah ia syafaat melalui aku.”
3. Meraih Predikat “Keluarga Allah”
Orang yang mahir membaca Al-Quran akan bersama para malaikat yang mulia, sementara yang terbata-bata namun tetap berusaha akan mendapatkan dua pahala. Dengan menjaga rutinitas tilawah Ramadhan, kita sedang memantaskan diri untuk menjadi bagian dari Ahlullah (Keluarga Allah) di muka bumi.
Cara Rasulullah dan Salafus Shalih Berinteraksi dengan Al-Quran
Untuk memahami esensi Sunnah Nabi Memperbanyak Al Quran di Bulan Ramadhan, kita perlu menilik bagaimana para pendahulu kita menghidupkan malam-malam mereka.
-
Tadarus Bersama Jibril: Rasulullah menyetorkan bacaannya kepada Jibril setiap malam. Ini mengajarkan kita pentingnya memiliki guru atau teman untuk menyimak bacaan agar terhindar dari kesalahan (lahn).
-
Khatam dalam Waktu Singkat: Imam Syafi’i diriwayatkan mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 60 kali selama Ramadhan (dua kali sehari). Meskipun kita mungkin belum sampai pada level tersebut, semangat beliau menunjukkan bahwa Al-Quran adalah prioritas utama di atas kesibukan duniawi lainnya.
-
Menangis Saat Membaca: Para sahabat tidak hanya membaca cepat, tetapi mereka meresapi maknanya hingga air mata membasahi janggut mereka. Inilah yang disebut dengan tadabbur.
Panduan Praktis Memperbanyak Tilawah Tanpa Merasa Berat
Bagi banyak orang, target khatam 30 juz terasa berat karena manajemen waktu yang kurang tepat. Berikut adalah strategi solutif agar Anda bisa menjalankan amalan utama bulan puasa ini dengan konsisten:
Strategi “5 Lembar Per Shalat”
Al-Quran standar memiliki sekitar 600 halaman. Jika Anda ingin khatam satu kali dalam 30 hari, Anda perlu membaca 20 halaman (1 juz) per hari.
-
Subuh: 4 halaman (2 lembar) sebelum/sesudah shalat.
-
Dzuhur: 4 halaman.
-
Ashar: 4 halaman.
-
Maghrib: 4 halaman.
-
Isya/Tarawih: 4 halaman.
Memanfaatkan Waktu Luang (Micro-Reading)
Gunakan aplikasi Al-Quran di ponsel saat mengantre, saat berada di transportasi umum, atau saat menunggu waktu berbuka (ngabuburit). Membaca satu atau dua ayat lebih baik daripada scrolling media sosial yang tidak produktif.
Menciptakan Lingkungan Kondusif
Buatlah pojok literasi atau tempat khusus di rumah yang tenang dan harum untuk membaca Al-Quran. Kedamaian lingkungan sangat membantu dalam meningkatkan fokus tadabbur Al-Quran kita.
Tips Agar Tidak Sekadar Membaca, Tapi Juga Meresapi (Tadabbur)
Pahala membaca memang besar, namun perubahan karakter lahir dari pemahaman. Agar implementasi Sunnah Nabi Memperbanyak Al Quran di Bulan Ramadhan lebih maksimal, coba terapkan hal berikut:
-
Baca Terjemahan: Sempatkan membaca terjemahan minimal satu halaman setiap hari untuk memahami pesan yang Allah sampaikan.
-
Gunakan Mushaf Per Kata: Ini sangat membantu bagi Anda yang ingin mempelajari bahasa Arab secara perlahan sambil membaca.
-
Dengarkan Murottal: Saat sedang memasak atau bekerja, dengarkan bacaan dari qari favorit untuk menjaga hati tetap terhubung dengan vibrasi Al-Quran.
FAQ: Pertanyaan Seputar Memperbanyak Al-Quran di Bulan Ramadhan
1. Mana yang lebih utama, membaca cepat agar sering khatam atau membaca sedikit tapi tadabbur?
Para ulama berpendapat bahwa di bulan Ramadhan, memperbanyak kuantitas bacaan (tilawah) memiliki keutamaan khusus karena mengikuti sunnah Nabi yang menyetorkan Al-Quran kepada Jibril. Namun, idealnya adalah menyeimbangkan keduanya—memperbanyak bacaan tanpa meninggalkan esensi pemahaman.
2. Apakah boleh membaca Al-Quran lewat HP/Smartphone?
Boleh. Pahala membaca Al-Quran tetap didapatkan baik melalui mushaf cetak maupun digital. Yang terpenting adalah menjaga adab dan kesucian saat berinteraksi dengan ayat-ayat-Nya.
3. Bagaimana dengan wanita yang sedang haid?
Wanita haid tetap bisa meraih keberkahan Ramadhan dengan mendengarkan murottal, membaca dzikir yang bersumber dari ayat Al-Quran (dengan niat dzikir), atau mempelajari tafsir dan ilmu-ilmu Al-Quran.
4. Apakah harus berwudhu jika membaca Al-Quran lewat aplikasi?
Para ulama kontemporer berpendapat bahwa menyentuh layar HP yang menampilkan ayat Al-Quran tidak sama dengan menyentuh mushaf fisik, sehingga tidak wajib berwudhu. Namun, berada dalam keadaan suci saat berdzikir adalah hal yang sangat dianjurkan (afdol).
Kesimpulan: Jadikan Al-Quran Sahabat Sejati
Melaksanakan Sunnah Nabi Memperbanyak Al Quran di Bulan Ramadhan adalah pembuktian cinta kita kepada Sang Pencipta. Ramadhan akan berlalu dengan cepat, namun bekas yang ditinggalkan oleh Al-Quran di dalam jiwa akan bersifat abadi. Jangan biarkan hari-hari Anda kosong dari lantunan ayat suci. Mulailah dari satu ayat, satu halaman, hingga akhirnya Al-Quran menjadi nafas dalam keseharian Anda.
Mari manfaatkan sisa hari di bulan mulia ini untuk kembali kepada pedoman hidup kita. Semoga dengan semakin akrabnya kita dengan Al-Quran, Allah menurunkan ketenangan, keberkahan, dan ampunan-Nya kepada kita semua. Amin.

Nasafi Ahmad adalah penulis produktif yang telah mendedikasikan bertahun-tahun perjalanannya untuk mendalami, mengkaji, dan mendiseminasikan ilmu fikih kepada masyarakat luas. Sebagai salah satu pilar utama di kanal fiqih.id, Nasafi dikenal karena kemampuannya menjembatani kompleksitas teks-teks klasik (kitab kuning) dengan realitas problematika umat di era modern.
Selengkapnya : https://fiqih.id/author-profile/




