Sunnah Nabi Saat Berbuka Puasa yang Membawa Keberkahan

By

Nasafi Ahmad

8 March 2026, 09:56 WIB

Sunnah Nabi Saat Berbuka Puasa yang Membawa Keberkahan. (Foto: Canva).

Momen matahari terbenam di bulan Ramadhan bukan sekadar tanda berakhirnya rasa lapar dan dahaga. Bagi seorang Muslim, waktu berbuka adalah salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa dan meraih pahala berlipat ganda. Namun, seringkali kita terjebak dalam euforia “balas dendam” dengan menyantap semua hidangan di meja tanpa memperhatikan tuntunan yang ada. Padahal, mengamalkan Sunnah Nabi Saat Berbuka Puasa yang Membawa Keberkahan adalah kunci agar ibadah kita tidak hanya berujung pada kenyang, tapi juga pada rida Allah SWT dan kesehatan tubuh yang terjaga.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas apa saja adab dan kebiasaan Rasulullah SAW ketika membatalkan puasa, serta bagaimana sains modern memandang pola makan ala nabawi ini.

Pentingnya Mengikuti Sunnah Nabi Saat Berbuka Puasa

Mengapa kita harus memperhatikan Sunnah Nabi Saat Berbuka Puasa yang Membawa Keberkahan? Secara spiritual, mengikuti sunnah adalah bukti cinta kita kepada Rasulullah SAW. Secara praktis, pola yang diajarkan Nabi Muhammad SAW terbukti secara medis merupakan cara terbaik untuk mengondisikan sistem pencernaan setelah seharian beristirahat.

Berikut adalah beberapa poin utama sunnah yang bisa Anda praktikkan hari ini:

1. Menyegerakan Berbuka (Ta’jil al-Fithr)

Salah satu ciri umat Islam yang berada dalam kebaikan adalah mereka yang menyegerakan berbuka puasa begitu waktu magrib tiba. Rasulullah SAW bersabda:

“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jangan menunda-nunda berbuka dengan alasan tanggung menyelesaikan pekerjaan atau sedang di perjalanan jika memang sudah memungkinkan untuk membatalkan puasa meski hanya dengan seteguk air.

2. Berdoa Sebelum Membatalkan Puasa

Waktu berbuka adalah waktu emas di mana doa tidak tertolak. Sangat disarankan untuk memanjatkan doa pribadi sebelum minum atau makan. Adapun doa yang masyhur diajarkan oleh Rasulullah SAW setelah membatalkan puasa adalah:

“Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah.”

(Telah hilang rasa haus, telah basah kerongkongan, dan tetaplah pahala, insya Allah).

Menu Terbaik Berdasarkan Sunnah Nabi Saat Berbuka Puasa

Rasulullah SAW memberikan teladan yang spesifik mengenai apa yang sebaiknya masuk ke perut pertama kali setelah berpuasa. Pilihan ini mengandung hikmah kesehatan yang luar biasa.

Berbuka dengan Ruthab atau Tamr (Kurma)

Sunnah utama adalah berbuka dengan ruthab (kurma basah). Jika tidak ada, maka dengan tamr (kurma kering). Mengapa kurma? Secara medis, kurma kaya akan glukosa dan fruktosa alami yang cepat diserap tubuh untuk mengembalikan energi yang hilang selama belasan jam.

  • Pilihan Pertama: 3 butir kurma basah (ruthab).

  • Pilihan Kedua: 3 butir kurma kering (tamr).

  • Pilihan Ketiga: Air putih.

Membasahi Kerongkongan dengan Air Putih

Jika kurma tidak tersedia, air putih adalah sebaik-baiknya pembersih. Air putih berfungsi menghidrasi sel-sel tubuh secara instan tanpa membebani kerja lambung dengan gula berlebih atau zat kimia tambahan.

Adab Makan dan Minum Saat Berbuka

Agar mendapatkan keberkahan dalam berbuka puasa, cara kita makan pun harus diperhatikan. Islam mengajarkan moderasi (kesederhanaan).

Hindari Israf (Berlebih-lebihan)

Seringkali kita melihat meja makan penuh dengan berbagai jenis gorengan, es manis, dan makanan berat. Hal ini justru bertentangan dengan semangat puasa. Makan berlebihan hanya akan membuat tubuh lemas dan mengantuk saat hendak melaksanakan salat tarawih.

Duduk dan Gunakan Tangan Kanan

Makan sambil duduk dan menggunakan tangan kanan adalah adab dasar yang sering terlupakan saat kita tergesa-gesa berbuka. Hal ini mencerminkan ketenangan dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah.

Hikmah Kesehatan di Balik Sunnah Nabi

Sains modern terus membuktikan bahwa pola Sunnah Nabi Saat Berbuka Puasa yang Membawa Keberkahan adalah metode intermittent fasting yang paling sehat.

  1. Menstabilkan Gula Darah: Kurma memberikan lonjakan energi yang stabil, bukan lonjakan drastis yang biasanya dihasilkan oleh gula rafinasi (sirup/permen).

  2. Mempersiapkan Lambung: Dengan memulai dari porsi kecil (kurma dan air), lambung tidak kaget. Hal ini mencegah gangguan pencernaan seperti kembung atau asam lambung naik.

  3. Detoksifikasi Optimal: Air putih membantu membuang sisa metabolisme selama puasa dengan lebih efektif.

Tips Praktis Mengamalkan Sunnah di Kehidupan Modern

Menerapkan adab berbuka puasa sesuai sunnah di tengah kesibukan kota besar mungkin menantang, namun bukan tidak mungkin:

  • Selalu bawa kurma di tas: Sangat berguna jika Anda terjebak macet saat adzan Magrib.

  • Siapkan botol air minum: Hindari langsung membeli minuman es di pinggir jalan yang tinggi gula.

  • Salat Magrib terlebih dahulu: Setelah membatalkan dengan kurma dan air, tunaikan salat Magrib baru kemudian makan besar. Ini memberikan jeda bagi perut untuk memproses nutrisi awal.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Sunnah Berbuka Puasa

1. Bolehkah berbuka langsung dengan nasi atau makanan berat?

Secara hukum boleh, namun tidak mendapatkan keutamaan sunnah. Berbuka langsung dengan makanan berat dapat menyebabkan beban kerja jantung dan lambung meningkat secara mendadak. Disarankan mengikuti pola Nabi: kurma/air – salat – baru makan besar.

2. Apakah jumlah kurma harus ganjil?

Rasulullah SAW menyukai hitungan ganjil (seperti 1, 3, atau 5 butir) dalam banyak hal, termasuk memakan kurma. Meskipun tidak wajib, mengikuti pola ganjil diniatkan mengikuti kebiasaan Nabi akan mendatangkan pahala.

3. Bagaimana jika saya tidak suka kurma?

Jika tidak ada kurma atau tidak bisa mengonsumsinya, air putih adalah alternatif terbaik sesuai sunnah. Anda juga bisa menggantinya dengan buah-buahan manis alami lainnya seperti semangka atau melon.

4. Apa doa berbuka yang paling sahih?

Doa “Dzahabaz zhama’u…” adalah yang paling kuat sanadnya. Namun, membaca “Allahumma laka sumtu…” juga umum diamalkan oleh masyarakat dan tetap mengandung kebaikan doa.

Kesimpulan

Mengikuti Sunnah Nabi Saat Berbuka Puasa yang Membawa Keberkahan bukan hanya tentang menjalankan ritual, melainkan tentang menyelaraskan raga dan jiwa dengan tuntunan Ilahi. Dengan menyegerakan berbuka, mengonsumsi kurma, dan tidak berlebih-lebihan, kita mendapatkan dua keuntungan sekaligus: pahala ibadah yang sempurna dan tubuh yang tetap bugar selama bulan suci.

Mari kita jadikan Ramadhan kali ini lebih berkualitas dengan memperhatikan detail-detail kecil yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Jangan biarkan keberkahan menguap begitu saja hanya karena kita gagal mengendalikan nafsu saat waktu berbuka tiba.

Related Post

Leave a Comment